Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2015

Wahana Bermain d'Kukar Zona

reborneo.com – Pemerintah Kutai Kartanegara kini telah menyediakan wahana bermain untuk anak yang berbasis edukasi dan sangat bermanfaat bagi anak untuk mengetahui sekaligus mempraktekkan langsung berbagai profesi yang ada di dunia nyata. Berlokasi di Kompleks Olahraga Aji Imbut Tenggarong Seberang, wahana yang diberi nama d'Kukar Zona langsung menjadi pusat perhatian warga Tenggarong.

(sumber : ‏@ritawow_1973)

Wahana Permainan modern pertama di Kaltim diawali dengan soft opening oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari Rabu (24/6/2015) 16.00 Wita, Wahana di d'Kukar Zona berjumlah 37 unit, Untuk pembangunan d’Kukarzona sendiri kata Rita mengadopsi sistem seperti Kidzania yang berada di Jakarta. “Hampir sama dengan Kidzania. Kalau kidzania kan lebih ke tradisi barat, Nah d’Kukar Zona ini penerapanya banyak menyisipkan tentang kebudayaan Kutai Kartanegara dan Kaltim, asli Indonesia.” terangnya.


Melalui permainan tersebut, pesertanya dianjurkan untuk menjalankan tanggung jawab sesuai dengan profesi yang mereka pilih, di antaranya Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran, Petugas Medis, Mekanik, Pemain Bola, Polisi, Tentara, Pembalap, Karyawan Perusahaan, Musisi, hingga Reporter Televisi. Diharapkan dengan adanya wahana permainan ini kemandirian kepada anak dari usia dini, yang disertai pengembangan karakter dari masing-masing anak..

Untuk pengoperasian d'Kukar Zona, Rita menambahkan bahwa mereka menyerap tenaga kerja asli daerah, sehingga selain dapat menjadi tempat hiburan, juga dapat mengurangi angka pengangguran serta mendatangkan Pendapatan Asli Daerah bagi Kukar “80 persen pegawainya d’kukarzona adalah asli daerah, sehingga dapat menyerap angka pengangguran juga, Ini merupakan investasi bagi kita, dalam mendatangkan PAD Kutai Kartanegara,” ungkapnya. (rhi)

Sabtu, 13 Juni 2015

Delegasi Egypt Menampilkan Tarian "El Syariah"

reborneo.com – Kontingen Egypt kembali ikut serta dalam rangka EIFAF 2015, dengan seni tradisi khas padang pasir yang selalu berbeda beda setiap tahunnya, dan kali ini Tim Delegasi tersebut menampilkan pertunjukan seni tari dengan judul "El Syariah". Tari ini mengisahkan tentang tradisi pernikahan antar suku gurun bagian timur yang terbentang dari kota Aswan hingga Laut Merah yang memang memiliki problema dan proses tertentu.


Suku - suku di padang pasir Sahara ini sangat kuat dalam menjaga dan mengagungkan homogenitas eksistensi maupun kelanjutan regenerasi mereka. Sehingga wajar jika dalam tarian ini penarinya membawa asesoris senjata berupa parang panjang dan tombak. Yang tidak lain tujuannya untuk berjaga jaga jika ada di antara suku asal dari 2 pasangan pengantin yang sedang menggelar pesta perkawinan diganggu oleh salah satu suku dari pasangan itu yang tidak dapat menerima perkawinan tersebut.


Pertunjukan peserta EIFAF dari negeri piramida ini digelar didepan Sekretariat Gerbang Raja, Tenggarong dan mendapat apresiasi yang besar dari ratusan penonton yang menyaksikan.(rhi)


Jumat, 12 Juni 2015

Delegasi EIFAF Ikuti Cultural Visit

reborneo.com – Jelang berakhirnya gelaran Erau International Folklore and Arts Festival 2015 Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengajak 13 delegasi manca negara melakukan Cultural Visit. Acara ini selain diisi menari bersama juga ada lomba olahraga tradisional Enggrang antar peserta delegasi.

Acara Culural Visit ini dilakukan di rumah contoh tradisional lamin dayak Kenyah yang berada di pusat rekreasi dan wisata Pulau Kumala Tenggarong. Para delegasi peserta EIFAF manca negara itu selain diajak melihat bangunan dan tradisi serta kehidupan sehari tradisional etnis dayak yang ada di Kukar juga mencoba beradaptasi dengan berbagai macam kebudayaan suku dayak yang mayoritas bermukim di Kukar. Mulai dayak Kenyah, Benuaq, Tunjung dan Bahau.

(Lomba Enggrang antar sesama anggota delegasi di lamin Pulau Kumala Tenggarong)

Menurut Bupati Rita keberadaan etnis dayak di Kukar merupakan aset sekaligus potensi yang sangat berharga. Karena memiliki kebudayaan dan tradisi yang masih tetap dilestarikan hingga saat ini. Dalam kesempatan itu Bupati Rita Widyasari mengajak seluruh peserta EIFAF untuk menarikan tarian tradisional Gantar bersama. Kemudian dilanjutkan lomba olahraga tradisional Enggrang dan lomba kelom panjang.

Sebelumnya segenap anggota delegasi 13 negara peserta EIFAF disuguhan aneka kuliner khas Kutai diantaranya seperti lemang, getas, dan cucur. Semua peserta delegasi manca negara sangat antusias dan menikmati kegiatan ini dengan gembira.(umar/joe)

FK Metra Tampilkan Cerita Rakyat "Lubang Undan"

reborneo.com - Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Forum Komunikasi Media Tradisional( FK Metra ) Kutai Kartanegara kembali sukses menggelar pertunjukan dalam rangka memeriahkan Erau International Folk Art Festival (EIFAF) 2015 dengan judul "Lubang Undan"



Acara yang digelar pada Kamis (11/6) jam 20.00 Wita di area Skatepark didepan sekretariat Gerbang Raja dipenuhi oleh ratusan penonton dengan menampilkan dengan judul "Lubang Undan". Kisah yang di ambil dari cerita rakyat pedalaman ini menceritakan tentang Hubungan Cinta antara Bulan, Bilung dan sahabatnya Lawing, dimana Lawing merencanakan pembunuhan Bilung di Lubang Undan untuk merebut Bulan dan ketika Bilung menuntut balas kepada Lawing perkelahian pun terjadi, Bulan yang melihat perkelahian tersebut mencoba melerai, namun parang Lawing malah mengenai Bulan.


(Zairin Zain - H.Habol Hasan Asyari - H.Misra Budiarto AX)

Sutradara "Lubang Undan" Zairin Zein mengungkapkan "Persiapan untuk acara ini dilakukan selama 2 bulan dan dengan waktu yang singkat, tim kami persiapkan secara matang, dan penampilan ini kami persembahkan untuk memeriahkan Pesta Adat Erau 2015" Ujarnya

Untuk diketahui FK MEtra Kukar sudah sering menggelar acara pertunjukan di wilayah Kutai Kartanegara dan untuk prestasi dalam skala nasional FK Metra Kukar tampil di acara Pekan Informasi Nasional (PIN) Tahun 2014 di Padang Sumatra Barat Pertunjukan Cerita Rakyat " Batu Balik" dengan predikat sebagai juara II Nasional. (rhi)

Rabu, 10 Juni 2015

Polandia Suguhkan "Suite of Dance from Rjeszow"


reborneo.com - Peserta Erau International Folklore and Art Festival ( EIFAF ) 2015 asal Polandia dalam kesenian Jalanan dari wilayah pedesaan Rzeszow, Seni tari Eropa Timur yang menceritakan tentang kegembiraan warga dalam pesta perkawinan.


Provinsi Rehezov yang berada di tenggara ibukota Krakov dan berbatasan Ukraina dan Slovakia, meiliki ratusan desa yang ada di pegunugan dan di daerah pesisir Laut Hitam. Pementasan Street PErformance yang dilakukan di ruas jalan wolter monginsidi mendapat Apresiasi yang besar dari penonton.


Dengan membawa 2 Tarian yang bertema Suite of Dance from Rjeszow (Rejezov) keduanya menggambarkan suasana pernikahan, ada lagu pernikahan, bersiul - siul, bersorak -sorai, gerakan yang expresif bebas pada saat bersamaan dengan gerakan elegan dari pasangan penari mencerminkan keunikan tari dari daerah Rzeszow ( Rezejov ). (rhi)








Jumat, 05 Juni 2015

Kontes Batu Akik Meriahkan EIFAF 2015

reborneo.com - Dalam memeriahkan pesta budaya Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015, Sempekat Keroan Kutai mengadakan Kontes Batu fosil dan batu akik serta mengadakan pameran batu nusantara yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 6 - 12 Juni 2015 di samping Masjid Al-Fallah, dekat penyebrangan Pulau Kumala.


Pendaftaran dimulai sejak 18 Mei sampai dengan 7 Juni, di sekretariat Sempekat Keroan Kutai di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, di Sekretariat Mitra Mania dan di Pasar Tangga Arung atau dengan menghubungi saudara Erwin di nomor 0853455055090 dan Turmin 085387870704. Dengan biaya pendaftaran Rp. 100.000,- / batu dan Panitia juga menyediakan lapak dengan beberapa fasilitas yang berukuran 2 x 3 dengan biaya sewa Rp.100.000,-/ Hari.

Fathullah, Sekretaris Dewan Pembina Sempekat Keroan Kutai mengatakan "Kontes ini untuk memeriahkan pelaksanaan pesta adat Erau, dan terbuka untuk umum, tujuan kita adalah ingin mengangkat batu akik khas dari Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara, seperti fosil ulin dan Red Borneo, dan Jenis kontes tersebut meliputi, Batu fosil khas Kutai, Ngasah batu, Batu favorit khas penonton, Batu kreasi, Batu terunik, Lelang batu, Eksibisi ngasah batu, dan lain-lain". (rhi)


Minggu, 24 Mei 2015

Pembukaan Lanjong Art Festival 2015

reborneo.com - Lanjong Art Festival (LAF) 2015 secara resmi dibuka pada Sabtu (23/05) malam di Ladang Budaya Lanjong, Tenggarong, acara yang berlangsung meriah sejak pukul 20.00 Wita dan dipenuhi ratusan orang di area tersebut.


Acara yang resmi dibuka oleh Gubernur Kaliman Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin. HM Aswin mengatakan dalam sambutannya " Agenda Lanjong Art Festival yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali untuk yang akan datang akan di jadikan agenda rutin untuk kegiatan Pariwisata Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara"


Acara juga dimeriahkan oleh penampilan Orkes Sekar Kedaton yang mampu membuat penonton ikut bernyanyi bersama, dan selain itu juga dimeriahkan seniman Asep Zamzam Noor, Tenggarong Drummer Community, Wawan Sofwan juga tampil membacakan puisi, Wawan yang mulai mendalami Monolog pada tahun 1994 didaulat menjadi juri dalam perhelatan LAF tahun ini dan dari Musik Lanjong tampil dengan memadukan alat musik modern dan tradisional.


Lanjong Art Festival rencananya akan berlangsung selama 7 hari kedepan yamg berlokasi di Ladang Budaya Lanjong degan bertemakan LAF 2015 tahun ini yaitu " Habis Barat Terbitlah Timur " yang dimeriahkan oleh beberapa seniman luar negeri dan panitia berharap bisa ikut serta selama acara ini berlangsung. (rhi)

Kamis, 14 Mei 2015

Sound Station Akan Hadirkan Andra & The Backbone dan J-Rock

reborneo.com - Sabtu ini (16/5) Andra & The Backbone dan J-Rock akan kembali tampil mengguncang Samarinda dalam acara Sound Station. Acara yang di Sponsori oleh A mild, Channel Production dan Kaltim Post rencananya akan digelar di GOR Segiri, Samarinda.


Untuk penonton tidak dikenakan biaya / gratis dalam menonton acara ini, hanya saja penonton diharap tertib, tidak membuat kericuhan dan membawa identitas selama berlangsungnya acara nanti. (rhi)